Perlukah Kita Belajar Memakai Sumpit?

Perlukah Kita Belajar Memakai Sumpit?

Era yang serba modern saat ini, makan menggunakan sumpit bukan hal yang istimewa lagi. Sendok, garpu, adalah alat makan yang mengeser kebiasaan makan dengan tangan. Tanpa harus repot mencuci tangan, penggunaan alat makan seperti sendok dan garpu dianggap paling pas sebagai penggantinya. Lalu, kamu termasuk pengguna alat makan yang mana?

Dulu sekali, saat melihat orang makan memakai sumpit sungguh sangat keren. Setelah di coba ternyata tidak segampang jika melihat orang lain memakainya. Dan yang pasti, jenis makanan kita sangat kurang cocok jika memakai sumpit, cukup menggunakan tangan atau sendok biasa untuk menikmatinya.

Kalau di rumah orang tua, masih menggunakan tangan saat makan hanya bapak dan ibu, yang lain memilih alat yang praktis yaitu sendok. Beda dengan di Kota, makan menggunakan tangan hanya pada menu tertentu saja. Contoh makan pecel lele, akan lebih nikmat jika memakai tangan untuk menyantapnya. Kalaupun nekat pakai sumpit, mustahil juga kami bisa menikmatinya.

Sebagian orang menggangap makan menggunakan sumpit sangat merepotkan. Mungkin kamu termasuk  tidak bisa memakai sumpit? jika iya, tidak ada salahnya belajar dari sekarang, mana tau suatu saat harus menggunakan alat tsb.

Saat ini, penggunaan sumpit sendiri selain di restoran Jepang, Taiwanserta beberapa masakan khas luar sepertinya tetap menggunakan alat makan berupa sendok dan garpu. Untuk makanan Jepangmemang cocok jika memakai sumpit, kalau menu makanan kita paling jenis makanan yang berbentuk mie saja.

Seperti menghabiskan semangkuk mie ayam akan lebih nikmat memakai sendok dan garpu, karena ada daging di dalamnya. Namun sekarang, banyak disediakan sumpit untuk pilihanya. Banyak pilihan, namun harus tetap memilih yang cocok untuk kita gunakan. Jangan memaksakan juga memakai sumpit jika tidak mahir, nanti malah hilang selera makanya. Betulkan!

Di beberapa kesempatan, ketika ada jamuan makan dari perusahaan, menunya pasti masakan Jepang, penggunan sumpit seolah menjadi hal yang wajib. Banyak rekan kerja tidak dapat memakai sumpit dengan baik, mereka cenderung sangat hati-hati karena mungkin khawatir makanan akan jatuh saat diambil atau ketika mau memakanya. Duh repotkan kalau begitu.

Ketika kita tidak dapat memakai sumpit dengan baik, makanan seolah hanya sebuah hidangan yang tak memiliki rasa. Kenapa harus malu memakai sendok atau garpu, mungkin terasa janggal, tapi toh tidak ada yang melarang. Kalau saya tidak akan memaksa diri, pernah juga minta sendok saat makan menu masakan Jepang, malu juga sih hahaha….tapi lihat-lihat kondisilah, bila bersama tamu sebaiknya dihindari.

Penggunaan sumpit yang salah, malah akan membuat kita malu sendiri. Coba kalau lagi asik makan bakso, tetiba baksonya mengelinding, bisa dibully sama teman seumur hidup hehehe…. Tidak ada salahnya juga kita mempelajari bagaimana cara makan memakai sumpit yang benar, hanya perlu waktu beberapa menit saja, yang terpenting paham teorinya.

Belajar Memakai Sumpit

Gambar|Livejapan.com
Gambar|Livejapan.com

Saya sendiri tidak begitu lihai memakai sumpit saat makan, hanya tuntutan budaya sehingga mau tak mau harus belajar. Masih sangat ingat saat pertama kali belajar menggunakan sumpit, media yang saya gunakan yaitu kacang yang diletakan di dalam mangkuk. Awalnya sangat sulit, karena cara peletakan sumpit di jari salah, lama-lama bisa juga. Untuk cara memegang sumpit yang benar bisa di cari lewat internet.

Untuk melatih memakai sumpit, dulu hampir tiap hari saya buat mie instan (Mie goreng), bosan juga tapi karena ingin cepat bisa ya dilakukan. Jika masih sering jatuh atau meleset dari pegangan sumpit, itu artinya perlu latihan terus-menerus. Tidak perlu waktu berbulan-bulan juga, hitungan hari bila serius mau belajar pasti bisa. Silahkan latihan seperti saya, beli indomie satu kardus buat latihan, di jamin belum habis satu kardus pasti sudah bisa menggunakanya dengan lancar.(Serius)

Memilih Sumpit yang Aman

Gambar|Imgrum.org
Gambar|Imgrum.org

Tidak semua tempat makan menyediakan sumpit sebagai alat untuk makan. Terkadang ada yang menyediakan, namun fungsinya sudah seperti sendok, “selesai cuci pakai lagi.” Sebaiknya memilih sumpit yang memang kondisinya masih baru alias masih terbungkus plastik.

Memilih sumpit yang masih baru tentu dengan pertimbangan yang matang, salah satunya soal kesehatan. Biasanya sumpit yang terbuat dari bambu atau kayu, hanya digunakan sekali, setelah itu dibuang. Akan lebih baik hindari sumpit tanpa bungkus plastik atau yang sering digunakan berulang kali.

Mengenai pemakaian sumpit, bukan bermaksud menggurui juga, karena faktanya sering saya saksikan banyak orang yang tidak paham dalam memakai sumpit. Mungkin karena alasan tadi, banyak alternatif selain harus memakai sumpit, tapi lain cerita kalau tidak ada sendok selain sumpit sebagai alat untuk makan. Tergantung jenis makananya juga, bila berkuah tentu tidak bisa juga memakai tangan untuk menyantapnya.

Saya ada cerita sedikit, minggu yang lalu saya mengikuti training di luar yang berhubungan dengan pekerjaan. Makan siang di sediakan oleh tuan rumah, kebetulan menu saat itu Bento (masakan Jepang). Seperti biasanya masakan Jepang, tidak menyediakan sendok atau garpu kecuali jika makan di restoran.

Hanya sumpit tok loh, nggak ada yang lain, iseng memperhatikan rekan-rekan peserta training makan. Ternyata hampir semua peserta cara memegang sumpitnya kurang tepat seperti yang saya tau. Banyak orang beranggapan bahwa, mempelajari cara memegang atau memakai sumpit tidaklah penting, namun ternyata pada suatu kesempatan tertentu, kita dihadapkan pada situasi yang tidak pernah kita pikirkan selama ini, yaitu makan memakai sumpit.

Tidak ada salahnya mempelajari bagian dari table manner, karena kita tidak tahu kapan dan di mana akan menjamu atau dijamu oleh orang lain. Saya yakin kamu bakal menemukan sensasi berbeda jika mahir dalam memakai sumpit, buktikan dan rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *